KEMENDIKBUD EVALUASI KUALITAS GURU SERTIFIKASI KEMBALI , TUNJANGAN PROFESI DIHAPUS DAN DIGANTI DENGAN BENTUK LAIN !!

loading...
Selamat Pagi Bapak dan Ibu guru salam sejahtera dan salam edukasi untuk kita semua.
Pemerintah mengagendakan untuk mengevaluasi kembali guru yang sudah mendapatkan bersertifikasi. Sementara uang tunjangan profesi pun akan dihapus dan akan diganti dengan bentuk lain.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata mengatakan, Nawacita mengamanatkan mutu guru harus baik dan Kemendikbud mewujudkan amanah tersebut dengan mengevaluasi kembali apakah betul guru yang sudah mendapat sertifikat itu benar-benar kompeten.
Perangkat untuk mengevaluasi ulang adalah dari hasil uji kompetensi guru (UKG) yang sudah diikuti sekitar1,6 juta guru. ”Ya, kita lihat lagi apakah mereka yang bersertifikat ini sudah benar kompeten atau tidak. Tahun ini kita akan uji lagi kompetensinya dan kita perbaiki secara komprehensif,” katanya seusai pelantikan dirjen GTK, dirjen Mandikdasmen, irjen, sekjen, dan kabalitbang Kemendikbud di kantor Kemendikbud kemarin.

Pranata menjelaskan, adanya peningkatan kompetensi berkelanjutan (PKB), ujarnya, menjadi uji diagnostik siapa guru yang tidak kompeten dan bidang apa yang tidak dia kuasai. Dari hasil uji ulang itu, jelasnya, akan menjadi tes penempatan di kluster mana dia akan dilatih kembali, apakah di pelatihan dasar, pelatihan lanjutan, menengah atau pelatihan tinggi.

Lalu nanti akan disiapkan kembali standar norma prosedur kompetensi (SNPK) karena yang harus membina kembali guru bukan hanya pemerintah, melainkan asosiasi profesi, masyarakat, dan guru itu sendiri. Pranata mengatakan, evaluasi ini dilakukan karena banyak pihak yang mempertanyakan mengapa guru yang sudah mendapat tunjangan profesi kompetensinya masih rendah.

Pranata menuturkan, dia tidak mengklaim kompetensi guru jelek namun faktanya hasil UKG 2012 hingga 2014 itu skornya di bawah enam. ”Jadi bukan UKG yang ditinjau ulang, tetapi jika ada guru yang sudah ikut UKG tetapi masih jelek maka kita akan langsung treatment kembali,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Peraturan Perundang-undangan Biro Hukum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Khalid Fathoni mengatakan, sesuai dengan amanah UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen, sertifikasi guru sudah harus selesai akhir Desember ini. Dia mengungkapkan, jika Kemendikbud tidak mampu melaksanakan amanah tersebut maka kementerian akan dianggap melanggar peraturan perundangan tersebut. ”Kami sedang bahas bagaimana teknis percepatan (sertifikasi guru). Karena kalau tidak nanti kita sama-sama melanggar UU,” katanya.
Khalid menambahkan, total guru yang belum disertifikasi ada 7.000 orang. Kemendikbud, ujarnya, saat ini sedang membahas bagaimana mempercepat mereka disertifikasi. Wakil Ketua Komisi XDPR Sohibul Iman berpendapat, kunci kualitas pendidikan yang baik itu ada di guru dan pembentukan dirjen guru ini sangat positif untuk meningkatkan kompetensi guru. Iman menjelaskan, sekarang ini eselon satu yang bertugas mengelola guru sudah berada di satu pintu sehingga akan ada integrasi pengembangan pembinaan, pelatihan, serta kesejahteraan guru yang sinergis.
Bahkan dari strata pendidikan guru yang masih saja ada yang belum sarjana pun akan dapat diatasi dengan pembentukan Ditjen GTK ini.

Sekian berita yang dapat disampaikan, semoga ada manfaatnya bagi kita semua.
loading...
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
12 Komentar untuk "KEMENDIKBUD EVALUASI KUALITAS GURU SERTIFIKASI KEMBALI , TUNJANGAN PROFESI DIHAPUS DAN DIGANTI DENGAN BENTUK LAIN !!"

Semoga hasil evaluasinya bagus dan berbobot. Blog Info-Pgri bagsu selalu aktual, semoga jadi bahan referensi semuanya, lanjutkan

Semoga menjadi langkah yg mampu merubah pendidikan Indonesia lebih baik lagi di mata dunia....

Kalau tidak salah dulu pernah ada pejabat yang mengatakan bahwa salah satu filosofi sertifikasi guru adalah memotivasi lulusan SLTA ( SMA/MA/SMK/MK dan sederajat) yang berkualitas mau jadi guru/mau memasuki prdi pendidikan. Jadi tidak sekedar menghargai guru-guru yang sekarang ada. dan tujuannya amat baik, jika siswa SLTA yang berkualitas mau menjadi guru maka insyaalloh/harapanya menjadi guru yang berkualitas yang kompeten. Kita lihat fakta sekarang fakultas keguruan PTN maupun PTS kebenjiran peminat, jika ada seleksi yang baik di PT Keguruan dan proses yang baik juga maka insyaalloh tercetak guru yang baik. Jadi ada tujuan janggka panjang yang sangat mulia kemajuan pendidikan di negeri kita tercinta.

Guru yang ada itu dibina secara berkelanjutan yang salah diperbaiki dari hal yang kecil sampai yang besar , jangan dari yang besar dulu .

Setuju tu evaluasi terhadap ukg karna sebagian kecilsaja yg mengerti setelah dapat gelar guru bersertifikasi, dana. Diterima tpi kerja kursng prifesional bahkan malas2an lebih baik manfaatkan saja tu kesejahteraan yg lain, banyak tu honorer yg perlu kebijakan pak mentri, kalau tdk skrng kpn lagi pak, ratakan kesejahteraan tu tuk kawa2 yg honor mereka juga mencerdaskan anak bangsa

DIHAPUS SAJA,..SUPAYA DICAP MENTERI YG CERDAS BUAT KEBIJAKAN...., BIASA PENCITRAAN,..K13 SAJA DI TUNDA, ...

Seharusnya proses sertifikasi guru tidak hanya di seleksi berdasarkan masa kerja saja, tapi harus di tetapkan satu jalaur guru yg brnar siap dan profesional, tapi jika tunjangan dihapus mau di hapus, sungguh terlalu donk kebijakan anda, negara srbrang memakmur kn guru,sehingga negara maju, eh malah mau dihapus, apakah itu sikap seorang pembaharu....

waduch... bakalan sukses membuat semeraut pendidikan, sepak bola udah... kini gilirannya..... seharusnya nasibnya dipikirin... ealah... yg ada. di obok2... di uji terus... seharusnya pembinaan teus................. hadeuch

Soal UKG apakah sudah valid dan reliabel?, akses internet di daerah , kemampuan guru menggunakan IT juga dapat mempengaruhi rendahnya hasil UKG. Mohon dievalusi faktor rendahnya hasil UKG diluar kemampuan profesional guru. Terimakasih.

sebaiknya jangan dihilangkan , tetapi di evaluasi ulang. mungkin yang belum maksimal kerjanya lebih dimaksimalkan.
yang belum berkualitas ditingkatkan kualitas mengajarnya. ditingkatkan mutu pendidikan bukan berarti menghapus tunjangna yang telah diberikan tapi memberikan sanksi bagi yang tidak pantas untuk mendapatkannya

Sungguh Naif, jika Tugas Guru yang sedemikian kompleks, kompetensinya hanya dinilai berdasarkan hasil UKG semata.
Tunjangan Sertifikasi yang baru sekejap dinikmati, senantiasa diungkit-ungkit, dihubungkan dengan Hasil Penilaian Uji Kompetensi yang sama sekali tidak sesuai dengan kemampuan guru di lapangan yang sebenarnya.
Bukankah UKG hanya menguji dalam hal teori dan teori ? Cukupkah Kopetensi Guru hanya dikur dengan sekedar teori ?
Adilkah jika Kompetensi Guru hanya dinilai atas hasil uji teori dan teori ?

"BILA BOLEH KUBERPENDAPAT"
Sungguh Naif, bila Kompetensi Guru dengan Beban Tugas yang sedemikian berat dan super kompleks, hanya diukur dengan seberapa Nilai yang diperoleh dari Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) semata. Bukankah Uji Kompetensi Guru itu tak lebih dari sekedar menguji Teori dan Teori ? Cukupkah hanya dengan sekedar menguasai tentang teori dan teori, seorang guru bisa dijamin mampu melaksanakan tugas guru sebagaimana mestinya ? Celakanya lagi ketika hasil UKG seorang Guru dikait-kaitkan dengan Tunjangan Sertifikasi yang baru sekejap dinikmatinya. Sebagian besar Guru merasa seolah Pemerintah tidak ikhlas memberikan Tunjangan Sertifikasi pada Guru. Tunjangan Sertifikasi yang mestinya dapat dinikmati sebagai penyemangat Guru dalam meningkatkan kompetensi dan kinerjanya, kini menjadi sia-sia karena "Tidak Nikmat Dirasa". gara-gara senantiasa diungkit-ungkit seolah tanpa ada jeda. Kata-kata Dicabut dan Dicabut itu Si Tunjangan Sertifikasi Guru seolah tak pernah lekang di telinga kita. Na'udzubillah min dzalik,......Bukankah Pemberian Sertifikasi Guru oleh Pemerintah adalah sebuah Amanat Undang-undang yang wajib dilaksanakan ? Evaluasi atau Penilaian tentang kompetensi dan kinerja Guru itu memang penting, namun alangkah bijak dan adilnya bila semua itu ditinjau dari segala aspek, tidak hanya melulu mendasarkan pada Hasil UKG semata.
(sensiemeorie's 2015)

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top