MULAI 1 JANUARI 2016 ATURAN SERTIFIKASI BERUBAH !!! WAJIB BACA !!

loading...
selamat Malam Bapak dan Ibu Guru salam sejahtera dan salam edukasi !!!
 Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (P2TK3 Kemdikbud), Sumarna Surapranata mengatakan, tunjangan profesi guru akan semakin diperketat pada satu Januari 2016.

Artinya, tunjangan profesi guru yang sudah berjalan selama ini sedang dievaluasi dan dibenahi kembali karena tidak sesuai dengan yang diperuntukan. Mulai 2016 tunjangan akan dilihat dari kinerja guru.
Menurut Pranata, pemberian uang tunjangan profesi dievaluasi karena selama ini tidak tepat sasaran. Banyak guru yang tidak memilki kompentensi mengajar yang memperoleh tunjangan lebih tinggi daripada yang memilki kompentesi tersebut
Bahkan ada yang lebih rendah karena bemberian tunjangan hanya dilihat dari lama mengajar. Maka, kedepannya akan kembali diperketat namun masih tetap mengunakan peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN ARB) nomor 16 tahun 2009 tentang fungsional jabatan guru.

Pranata menyebutkan, kompotensi guru akan dibenarkan. Karena banyak guru yang kinerjanya rendah. Maka, ketika uji kompetensi dasar (UKG) banyak yang dibawah standar nasional 48.00 persen.
Berdasarkan data, UKG dilakukan, masih ada sebagian guru yang tidak dapat menjawab dan mengerjakan soal. Dapat disimpulkan ada guru yang dari 100 nomor soal jawab benarnya hanya tujuh bahkan ada yang satu nomor benar.

Mayorotas guru mendapatkan skor dibawah enam, jika mengunakan skala satu hingga 10. Namun, meskipun UKG rendah tunjangan profesi guru tetap diterima, sehingga tunjangan mesti perlu dibenahi.
"Saya katakan guru kita bukan tidak pintar, tetapi mereka masih perlu di tingkatkan lagi pelatihannya dan kembali di perketat pemberian tunjangan profesi guru," ujar Pranata di Kemdikbud, Jakarta, Kamis, (11/6).
Dia menambahkan, hal-hal yang perlu dibenahi adalah, mulai dari sertifikasi, pengingkatan kompetensi, dan pemberian tunjangan profesi. Tiga hal tersebut perlu dikaji ulang agar penjerimanya sesuai dengan yang diperuntukan.
Karena sejauh ini, guru yang bermasalah dengan UKG adalah guru yang mengajar tidak tetap. Seperti guru non PNS yang tidak lulus serjana karena memiliki nilai rata-rata kurang dari standar nasional yang ditetapkan.

Pembinaan yang dimaksud Pranata adalah, guru yang secara UKG masih rendah akan diberi kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dengan mengikuti pelatihan-pelatihan .
"Masa guru yang nilainya di bawah 7,5 mendapat tunjangan sama dengan yang diatas 7,5. Inti harus dibenahi," kata Pranata.

Sementara, untuk guru daerah garis depan. Pranata menyebutkan akan diutus lagi pada akhir Desember. Karena program Guru Garis Depan (GGD) adalah program unggulan Kemdikbud untuk lima tahun kedepan.

Sejauh ini, Kemdikbud telah mengutus 798 orang guru ke daerah 3T yang meliputi terluar, tertinggal, dan terdepan untuk menjadi pendidik yang baik dan meneruskan regenerasi. Karena pada umumnya, yang menjadi GGD adalah tenaga pendidik yang memiliki kualitas, dan telah lolos sejumlah seleksi.

Pranata menjelaskan,tujuan diadakan GGD untuk, mengatasi kekurangan guru di daerah tertentu. GGD adalah prekrut yang permanan. Mereka ditempatkan sesuai dengak kebutuhan daerah dan sistemnya menetap. Jika ada yang kembali ke daerah asal atau kembali ke kota. Konsekuensinya akan dipecat.

Sebab semua GGD adalah calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang merupakan abdi negara yang siap ditempatkan dimana saja dan kapan saja."Mereka dipilih dari yang terbaik untuk membangun daerah 3T, dan akan menetap, bukan dikontrak," ujarnya.
demikian berita yang dapat disampaikan semoga bermanfaat bagi kita semua, salam PGRI
loading...
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
117 Komentar untuk "MULAI 1 JANUARI 2016 ATURAN SERTIFIKASI BERUBAH !!! WAJIB BACA !!"

Tidak selama nilai UKG tinggi guru mampu nendidik, krn guru sekarang bkn mentransfer ilmu saja tetapi lebih dari itu yaitu mendidik karakter bangsa. Jd untuk melihat profesional atau tidaknya seorang guru harus komprehensif menilainya. Harus dari 4 kompetensi secara utuh, pengabdian kpd sekolah dan bagaimana out yg dihasilkan. Intinya yg harus dibenahi adalah pada saat mereka masuk ke PT fakultas keguruan harus selektif agar dihasilkan calon guru berkualitas, jangan sampai kuliah di fakultas pendidikan bkn panggilan jiwa, namun sekedar dari pada tdk kulah

libatkan juga pelanggan (siswa) untuk menilai mutu layanan guru.

alat ukur "pendidik" bukan sekedar KOGNITIF, guru bertanggungjawab pd dirinya sendiri seolah-olah semua PERATURAN MENDIKBUD tidak pernah'melukai hati dan profesinya" bahkan menetralisir PERILAKU PEMIMPIN NKRI yg menurut siswa tak lebih berharga dari SAMPAH dgn kebohongan, GURU berdiri dgn senyum PENGHARAPAN dan MENDORONG MENUMBUHKEMBANGKAN semangat belajar ......lalu ALAT UKUR apa yang kalian mau buat mengukur hasil kerja dan profesi GURU, atau sdh merasa BESAR DANA yg digelontorkan pemerintah kpd guru, coba lah JUJUR, klw memang Negara DEFISIT Guru jg maklum
????

Kali ini guru disoroti dengan nada sinis dari kementrian. Bagaimana kalau guru yang melakukan sorotan balik melihat kebijak kementrian pendidikan yang amburadul.
Bagaimana dualisme kurikulum yang belum diperbaiki?

menilai guru lebih ke pratek bukan teori
guru yang pintar teori belum tentu pintar dalam praktek mengajar siswa,
guru yang pintar teori belum tentu bikin siswa pintar, guru teori dan guru praktek sangatlah jauh berbeda, mohon dipertimbangkan dari segala aspek.

Belum tentu yg nilainya minim itu guru yg tdk kwalitas. Tapi sebaliknya. ATuran itu harus di koreksi bos mentri

Daripada menunggu yang tidak jelas, cobalah berbisnis online. masih tetap bisa kerja mengajar dengan fokus dan dapat income tambahan

Heran peserta didik saja tidak boleh kita nilai hanya ujian tulisnya saja, tapi masih ada penilaian lain, untuk menentukan ketuntasannya. Makanya kita kenal penilaian AUTENTIK, langsung dan banyak aspek yang dinilai. Jadi untuk menentukan guru cerdas atau tidak jangan hanya UKG (ujian tulisan ), tapi harus ada aspek yang lain yang menjadi pertimbangan

Manta, kujung balik ya gan.. Salam blogger

bisa tidak gan pasang iklan di blog ini :)

benar kt mba atjih, bagaimana pendidikan guru d PT, bagaimana output PT. lha wong lulusan sastra suruh ngajar, untuk akhir ini, pendidikan salah satu yg tidek jelas arahnya, ada yg lari je sosial, sains dll. seharusnya kan ada fokus stadi kurikulum. tdk sembarangan mjd guru, kalau tujuan utama mencari uang jgn jd guru...krn anggaran dan saingan kita banyak, cobalah bermental dewasa dlm berbagi, inikan bentuk pengabdian.ko minta upah apalg mntanya besar, ya ga pas thoo.
bagaimana dulu rakyat mengabdi ke raja, kan ga mnt apa2,yg pntg ikhlas ngabdi. yg sadar hanya satu/dua orang memang. #nasihatpribadi

Pikirin nasib sukwan..mereka banyak yg berkompeten...bahkan 70% fungsi guru di gantikan para sukwan..itu kenyataan di lapangan.. sertifikasi hanya jadi ajang bisnis orang kedinasan dan guru pns.. yg penting bayar, lengkapi berkas, siap2 cair sertifikasi..dengan syarat2 yg selalu bisa di rekayasa.. perbaikan macam apa yg mau dilakukan??? Cuma habis2 in uang negara.. sidak bos.. pake kpk dan lembaga yg berkompeten lainnya...

Yang di bahas kok hanya guru pns dan sertifikasinya, sukwan dan honorer sekolah mana,pemerintah ini  di bahas kok  tunjangan aja,mbok Ÿªªª kita kita ini  di perhatikan

kok hanya tunjangan guru aja sih yg disorot..kenapa gak anggota dewan yang kerja malas tapi minta gaji besar..

Iya tak selamanya org mampu mengerjakan soal mampu mentransfer ilmunya
Tp juga sebaliknya. Bagaimana mau mentrasfer ilmu dengan baik klo teori saja belum mantap.

Contoh sederhana. Misal soal un matematika siswa diwajibkan mengerjakan 40 soal dalam waktu 120 menit.
Jadi seharusnya guru harus mengerjakan itu kurang dr 120 menit dunk. Kalo perlu 40menit.
Satu soal satu mwnit. Itu baru hebat
Jangan xuma mau enaknya. Sertifikasi mulu aih d otaknya

Dgn adanya peratrn dpt tunjgn sertifikasi hrs lls UKG,dgn skort nilai 70,pr guru kbnykn jd strees dan pasrah,krna br hilang rasa strees PLPG ee mlh dtg lg tahap slnjtnya,utk mendptkn yg halal mmg sulit btl.mdh2an adalah kebijakan Men.Penddkn utk memudhkn mslh ttg para guru.utk persiapan UKG ini para guru sibuk utk bljr lg,shnga mengjr pastu tdk fokus lg,dan pasti akn bisa jd beban mental bg para guru klw nilai UKG nya dibwh standr baik bg lingkg sesama guru,atw pun bg org tua siswa & linkngn sktr,mksh

ini nampaknya baru passssssss......nyukupi jam jadi 24 jam

Bagus pak, ini adalah cara untuk meningkatkan kualitas SDM, kita tahu banyak sekali moral anak2 bangsa yang bobrok, jadi tenaga pendidik harus dibenahi dulu, serta peraturan sekolah haruslah ketat agar siswa memiliki efek jera

Janji Allah memang benar dan perlu kita yakini , Setiap manusia yang belajar dan mengamalkan ilmunya ( Kebaikan ) akan ditinggikan derajadnya di dunia maupun di akhirat.Dulu waktu guru masih berinisial Umar Bakri apa tindakan pemerintah .dan sekarang setelah ber sertifikasi apa pula yang akan dilakukan pemerintah .Tugas guru di jaman sekarang memang berat degradesi mental semata mata tanggung jawab guru ,tapi perlu di pahami sudahkah ,keluarga, masyarakat , lingkungan ,pemerintah dan yang lain turut andil memperbaikinya .maaf semua kita harus melihat dengan Arif dan bijaksana semoga kedepan lebih baik amin

Ill feel dengar kata sertifikasi guru dan tunjangan guru, di lapangan banyak yang tidak tepat sasaran 'maaf'...'jadi guru kudu tulus, ikhlas mengisi dan membagi ilmu yang dimiliki, bukan cuma kejar sertifikasi, demi sertifikasi sruduk sana sini, berbohong pun di jabani, istigfar 'para oemar bakrie'..'kalo guru nya 'kosong' apa yang di bagi????

Guru yg pendidikan D3 dan sedang menyambung S.1 di UT dr tahun 2006 s/d sekarang belum tamat2 berhak tidak ya mendapatkan sertifikasi?

Suliman (Guru dengan TMT 2 Januari 2006)
delete

Jangan hanya guru saja yang disoroti tunjangannya, karena masih banyak Pegawai selain guru yang mendapatkan tunjangan besar. Selain itu masalah sertifikasi yang perlu dibenahi adalah batas TMT mengajar untuk mendapatkan sertifikasi. Dari awal ada sertifikasi, syarat bisa sertifikasi TMT MENGAJAR TAHUN 2005. Terus kami yang mengajar mulai Januari 2006 harus gigit jari menunggu aturan sampai sepuluh tahun. Sedangkan waktu tahun 2007 mulai ada sertifikasi, yang baru mengajar 2 tahun sudah bisa menikmati tunjangan. SEHARUSNYA, batasan untuk mendapatkan sertifikasi bukan TMT 2005, tetapi MASA KERJA MENGAJAR, semisal 5 tahun atau 7 tahun, sehingga ada harapan semakin mendekati dengan persyaratan. Kalau mengacu pada aturan yang bisa serifikasi TMT 2005, terus yang TMT Januari 2006-sekarang hanya menunggu-nunggu aturan baru hingga 10 tahun. Pada saat tiba waktunya bisa memenuhi syarat, sertifikasi sudah menjadi sorotan dan diperketat dan lebih sulit, tidak sertifikasi yang dulu-dulu. Terimakasih

Sangat setuju Anonim...justru dr sini akan didapatkan penilaian yg valid thd kinerja guru...tdk hanya diliat dokument adm saja..

pencabutan sertifikasi akan menyebabkan kegaduhan dan kelabilan pendidikan yg luar biasa,krb kebanyakan guru sudah menggadaikan sk nya dan tinggal menerima tunjangan sertifikasi

pencabutan sertifikasi akan menyebabkan kegaduhan dan kelabilan pendidikan yg luar biasa,krb kebanyakan guru sudah menggadaikan sk nya dan tinggal menerima tunjangan sertifikasi

Guru juga manusia, manusia biasa yang juga banyak kebutuhannya. Hanya saja harus seimbang apa yng telah diamalkan dan apa yng diberikan guru kepada peserta didiknya. sebaiknya pemerintah tidak hanya terus menyorot tunjangan guru. Bagaimana dengan para petinggi negara seperti anggota dewan, meminta tunjangan besar, gaji sudah besar, masih saja korusi sedangkan kewajiban banyak yang terabaikan seperti bolos kerja atau bermalas malasan

ngga terbayangkan liat jeritan guru puluhan tahum mengabdi dengan gaji tak bisa bikin keluarga sejahtera untuk satu minggu apalaagi 1 bulan ,eeh baru menikmati buahnya aturan dipersulit,kapan guru tenang mendidik anak bangsa slalu diribetkan dengan berkas melulu tak henti-hentinya montang-manting ngajar kesana kemari ga ada yang fokus mendidik akhirnya,ribet berkas trus mana yg hehat guru kah apa pejabat,tapi guru udah menghasilkan prodak para pejabat tolong beri kemudahan buat guru perjuangannya demi negara

Pemerintah hny mengalihkan perhatian thdp kurangnya sarpras dan fasilitas sekolah2 di indonesia ,drpd cari bukti empiris (lewat UKG)untuk mengegoalkan proyek2 ... Mendingan fokus pembenahan fasilitas sarpras pendidikan smpai plosok2 desa....guru jgn diganggu pak bas w.....tp ya monggo saja soale duwit jee...paling penak ngutik utik guru, drpd ngutik 2 dinas perpajakan,beacukai,militer, dll....klo ingin hidup menengah ke atas jgn jd guru...jd aja penjahat eh pejabat.....apa jwb mereka:..EGP (emang gue pikirin)

apalagi akan ada aturan rasio 1 guru 15 siswa, siap-siap jadi tukang sayur nih..

Gmana mau lulus soal2 yg di ujikan bkn yg di ajarkn shari di kls,cba klo soalx relepan dgn apa yg di ajrkan di sekolah sy ykin bkalan gru2x pd dpat nilai 100 smx

Saya ucapkan nuhun pisan

Sertifikasi cuma untuk tunjangan aja tapi kinerja sama sepert dulu molor end lemot aja! tolong benahi aja cara kinerja yg bagus dan yg pntas mendapat tunjangan srtifikasi bosss!

Sertifikasi cuma untuk tunjangan aja tapi kinerja sama sepert dulu molor end lemot aja! tolong benahi aja cara kinerja yg bagus dan yg pntas mendapat tunjangan srtifikasi bosss!

Sertifikasi cuma untuk tunjangan aja tapi kinerja sama sepert dulu molor end lemot aja! tolong benahi aja cara kinerja yg bagus dan yg pntas mendapat tunjangan srtifikasi bosss!

Sertifikasi cuma untuk tunjangan aja tapi kinerja sama sepert dulu molor end lemot aja! tolong benahi aja cara kinerja yg bagus dan yg pntas mendapat tunjangan srtifikasi bosss!

Sertifikasi cuma untuk tunjangan aja tapi kinerja sama sepert dulu molor end lemot aja! tolong benahi aja cara kinerja yg bagus dan yg pntas mendapat tunjangan srtifikasi bosss!

Sertifikasi cuma untuk tunjangan aja tapi kinerja sama sepert dulu molor end lemot aja! tolong benahi aja cara kinerja yg bagus dan yg pntas mendapat tunjangan srtifikasi bosss!

Sertifikasi cuma untuk tunjangan aja tapi kinerja sama sepert dulu molor end lemot aja! tolong benahi aja cara kinerja yg bagus dan yg pntas mendapat tunjangan srtifikasi bosss!

Sertifikasi cuma untuk tunjangan aja tapi kinerja sama sepert dulu molor end lemot aja! tolong benahi aja cara kinerja yg bagus dan yg pntas mendapat tunjangan srtifikasi bosss!

Sertifikasi cuma untuk tunjangan aja tapi kinerja sama sepert dulu molor end lemot aja! tolong benahi aja cara kinerja yg bagus dan yg pntas mendapat tunjangan srtifikasi bosss!

Bagi calon pelamar CPNS 2016 mulai sekarang sudah bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian CPNS tahun 2016 nanti. Penerimaan CPNS 2016 akan dilakukan dengan Sistem CAT (Computer Assisted Test). Jika ingin lulus CPNS satu-satunya cara adalah dengan belajar dan melakukan persiapan mentap dengan menguasai bagaimana sistem CAT CPNS dan materinya. Penerimaan CPNS 2016 semakin ketak dan banyak persaingan,,Jadi salah satu jalan LOLOS CPNS Anda langsun kordinasi Kepala Sekertariak Panitia Di Pusat BKN,Bpk.Dwi Wahu Atmaji No Tlp:0853-4646-0583 Trima kasih

Bagi calon pelamar CPNS 2016 mulai sekarang sudah bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian CPNS tahun 2016 nanti. Penerimaan CPNS 2016 akan dilakukan dengan Sistem CAT (Computer Assisted Test). Jika ingin lulus CPNS satu-satunya cara adalah dengan belajar dan melakukan persiapan mentap dengan menguasai bagaimana sistem CAT CPNS dan materinya. Penerimaan CPNS 2016 semakin ketak dan banyak persaingan,,Jadi salah satu jalan LOLOS CPNS Anda langsun kordinasi Kepala Sekertariak Panitia Di Pusat BKN,Bpk.Dwi Wahu Atmaji No Tlp:0853-4646-0583 Trima kasih

Soal sk. Sertifikasi membuat guru jadi bingung
Ini di kota jayapura, kita ada ngajar 24 jam dan ada sampai lebih dari 35 jam
Sk sertifikasinya tidak keluar katanya kurang linier,
Sedangkan ada yang sakit jiwa, tidak mengajar (tidak ada jam)
Diperbantukan di perpustakaan kerjanya hanya nyapu perpstakaan terkadang datang kada tidak sk.sertifikasi bisa keluar,
Ini yang bego yang mana ?

Apa guru sakit jiwa dulu agar sk sertifikasi bisa keluar???

Apa guru sakit jiwa dulu baru sk.sertifikasi bisa keluar??

Sebaiknya yang dibenahi evaluasi kinerja guru saja. Sehingga penggajian model PGPS (pinter goblok penghasilan sama) bisa dihindari. Guru yang mempunyai prestasi atrau sebagai teladan sebaiknya ditambah tunjangan prestasi kerja atau apalah namanya. Yang penting ada bedanya.

Hahaaaa... benerin dulu kinerja atasannya jangan menggantung guru dg kebimbangan dan kesulitan serta peraturan yg sllu berubh

Emang Pengajar di perguruan tinggi punya kompetensi yang bagus untuk menyiapkan guru yang profesional? hasil pendidikan sekolah rendah yang disalahkan guru, guru yang bermaslah (gak/kurang kompeten) yang disalahkan guru, padahal seharusnya ada hirarki dong, siapa sih dari awal yang menyiapkan kompetensi keguruan? (DOSEN) apa pernah mereka dan mau dipersalahkan?

Betul.. UKG sbenarnya tes yg jauh dari esensi keguruan.. Uji tesnya sj jauh dr kata baik bahkan trkesan dipersulit agar srtifikasi dihapus. Pdahal, menterinya sj blm tntu bsa mnjawab materi UKG. Penilaian kualitas guru itu bkan hnya dari ukg yg bs dipelajari hny dlm wktu sepekan. Tp profesionalisme guru itu bs dinilai bgmana menjadikan mental pendidik agar tdak bermental KORUP. Itu yg pnting pak bos menteri...

Betul.. UKG sbenarnya tes yg jauh dari esensi keguruan.. Uji tesnya sj jauh dr kata baik bahkan trkesan dipersulit agar srtifikasi dihapus. Pdahal, menterinya sj blm tntu bsa mnjawab materi UKG. Penilaian kualitas guru itu bkan hnya dari ukg yg bs dipelajari hny dlm wktu sepekan. Tp profesionalisme guru itu bs dinilai bgmana menjadikan mental pendidik agar tdak bermental KORUP. Itu yg pnting pak bos menteri...

HATI-HATI BU/BAPAK, JANJI JANJI MANIS BAGAI MADU, KENYATAANNYA PAHIT SEPERTI EMPEDU...

KISAH SUKSES Lolos Jadi PNS Guru di Lingkungan Pemda daerah jombang.assalamu Alaikum wr wb-, Saya Ingin Berbagi cerita kepada Anda, Bahwa dulunya Saya hanya Seorang tenaga Honorer di Sekolah Dasar Jombang Jatim. Sudah 8 Tahun Saya Jadi Tenaga honorer Belum diangkat Jadi PNS,Bahkan Saya Sudah berkali2 mengikuti Ujian, Dan membayar 40jt namun hasilnya nol Uang pun TIDAK Kembali, bahkan Saya Sempat putus asa,Namun Teman Saya memberikan no tlp Bpk.Drs DEDE JUNAEDY M.Si Selaku petinggi di BKN Pusat Yang di Kenalnya selaku kepala DIT Pengadaan PNS. Saya pun coba menghubungi beliau Dan beliau menyuruh Saya mengirim Berkas Saya melalui Email, Alhamdulillah No Nip Dan SK Saya Akhirnya Keluar. Allhamdulillah tentunya sy pun Sangat Gembira sekali,Jadi apapun keadaan Anda skarang Jangan Pernah putus asa Dan Terus berusaha, kalau Sudah Waktunya tuhan pasti kasih jalan,Ini Adalah kisah Nyata Dari Saya. Untuk hasil ini Saya ucapkan terimakasih kepada.1. ALLAH SWT; Karena KepadaNya kita meminta Dan memohon. 2. Terimakasih untuk khususnya Bpk. Drs DEDE JUNAEDY M.Si Di BKN PUSAT, Dan Dialah Yang membantu Kelulusan saya, Alhamdulillah SK Saya Tahun ini Bisa keluar. Teman Teman yg ingin seperti Saya silahkan Anda Hubungi Direktorat Pengadaan PNS, Drs DEDE JUNAEDY .No Tlp; 085 244 503 335, Siapa tau beliau Masih mau membantu.

Bagi calon pelamar CPNS 2016 mulai sekarang sudah bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian CPNS tahun 2016 nanti. Penerimaan CPNS 2016 akan dilakukan dengan Sistem CAT (Computer Assisted Test). Jika ingin lulus CPNS satu-satunya cara adalah dengan belajar dan melakukan persiapan mentap dengan menguasai bagaimana sistem CAT CPNS dan materinya. Penerimaan CPNS 2016 semakin ketak dan banyak persaingan,,Jadi salah satu jalan LOLOS CPNS Anda langsun kordinasi Kepala Sekertariak Panitia Di Pusat BKN,Bpk.Dwi Wahu Atmaji No Tlp:0853-4646-0583 Trima kasih

entah nanti mau di apain lagi Guru di Indonesia... ???
terlalu banyak ini itu.....

guru dituntut mmpunyai Kompetensi padahal pemerintah kurang memeperhatikan kesejahteraan Guru
Khusunya Guru HONOR
bagaimana bisa ??????

Smoga aja bisa jadi kenyataan apa yang tertera, bukan hanya wacana dan penghias kertas dan pemanis aja ....

Jangan mendewakan nilai ukg... Yang penting mampu dan mau bekerja... Yang nama nya nilai itu bisa dibuat tp karakter itu yg susah apalagi hanya soal ABC itu bisa jadi untung2an juga... Kalau tetap masih dipakai patokan itu masih kurang benar. .. Karakter mau dan mampu bekerja itu yang menurut saya lebih benar

guru juga manusia perlu bimbingan sama pimpinannya, tinggal bagaimana pimpinan mengemas metode mengajar guru dengan men supervisi guru secara rutin 1 semester 1 x biar bapak dan ibu guru lebih baik lagi cara mendidiknya pada siswa....mslh sertifikasi..biarlah itu sudah menjadi rezekinya...

Urusin aja tuh Pelajaran TIK kenapa di bubarkan,, Pemerintah malah urusin Duit sertifikasi segala. kayanya guru2 dpt sertifikasi, pemerintah malah terlalu banyak adm yang harus diisi sma guru2.kapan ngajarnya. kaya mau dipeletet. rasanya harus ini harus itu..

UJI KOMPETENSI GURU ITU SEBAIKNYA HANYA DILAKUKAN CUKUP SEKALI, LEBIH BAIK GURU DIBERIKAN DIKLAT DAN MODUL UNTUK MENAMBAH PENGETAHUAN GURU TERSEBUT KARENA BEBAN KERJA GURU JUGA BERAT SELAIN MENGAJAR JUGA MENYIAPKAN RPP, SILABUS (ADMINSITRASI PEMBELAJARAN) WAJAR JIKA GURU MENDAPATKAN TUNJANGAN SERTIFIKASI MUNGKIN LEBIH BAIK LANGSUNG DIMASUKKAN KEDALAM GAJI YANG BERSANGKUTAN BANYAK PEJABAT NEGARA YANG MENDAPAT TUNJANGAN LEBIH BESAR DARI PADA TUNJANGAN GURU KOK TIDAK DIRIBUTKAN, DEMI KEADILAN COBA SEMUA PEJABAT JUGA DIUJI KOMPETENSINYA SEBELUM MEMEGANG SUATU JABATAN DAN SETELAH MEMEGANG JABATAN DIUJI SETIAP TAHUNNYA AKAN DAPAT DILIHAT KEMAMPUAN DARI PEJABAT TERSEBUT APAKAH PANTAS ATAU TIDAK DIA MEMEGANG JABATAN YANG MENYANGKUT HIDUP ORANG BANYAK. INI HANYA USULAN ATAU SARAN UNTUK MENGAMBIL LANGKAH-LANGKAH KEBIJAKSANAAN SELANJUTNYA TERHADAP GURU

sertifikasi guru dihapus si sah2 saja, cuman bapak2 terhormat para pembuat UU/PP/Kebijakan dan apa saja sebutannya janganlah hanya coba2 kalau tidak mapu jangan lakukan, para guru selalu dipermasalahkan di negeri ini. kalau begini terus para umar bakri kembali lagi jadi cemoohan.

kasihan guru yang dah sertifikasi namun tidak linier dianggap tidak mengajar atau 0 padahal memiliki kemampuan mengajar yang mumpuni. gurubukan dokter asal memiliki kinerja dan otak yang mumpuni guru siap berada dibidang apasaja. kasiha....n deh yang tidak linier

ya ngurus administrasi aja guru tak dapat mengajar

Brilliant ibu....setuju sekali. Kita ini guru yg setiap saat belajar tidak pernah berkata tidak mampu dan tdk siap tapi setiap hr kita hanya memfasilitasi anak didik sesuai materi yg sdh ditetapkan kita lupa membaca untuk meningkatkan kualitas kita yg kita lakukan bagaimana mendidik anak didik supaya berkualitas dan berakhlak mulia.....

Soal-soal UKG menurut saya tidak relevan,masa guru SD diberi soal Sinuscosinus dan menghitung gaya itukan materi untuk SLTP dan SLTA..tolong dooong MENDIKNAS kalau ingin menguji Kognitif guru harus sesuai dengan materi yang diajarkan... Guru yang UKG nya rendah bukan berarti tidak berkwalitas .....trimakasih

INI KISAH NYATA SAYA JADI PNS.Terimakasih kepada Bpk. Drs DEDE JUNAEDY M.Si Di BKN PUSAT, Dan Dialah Yang membantu Kelulusan saya, Alhamdulillah SK Saya Tahun ini Bisa keluar. Teman Teman2 yg ingin seperti Saya silahkan Anda Hubungi Direktorat Pengadaan PNS, Drs DEDE JUNAEDY .No Tlp; 085218184887

dripada tes CPNS, masih lebih baik pilih yang terbaik dari jutaan guru honor yang antri. Mereka bukan tak pandai, tapi tak fokus, krn sambil ngojek, mulung, dagang dll shingga tidak punya waktu mempersiapkan diri karna CAPEK terbagi tenaga dan waktu untuk nyari duit biar bertahan. hidup diatas gaji yang MEMPERIHATINKAN

kapan yach?? GTT di sekolah negeri bisa ikut sertifikasi

KISAH SUKSES Lolos Jadi PNS Guru di Lingkungan Pemda daerah SULAWESI TENGGARa.assalamu Alaikum wr wb-, Saya Ingin Berbagi cerita kepada Anda, Bahwa dulunya Saya hanya Seorang tenaga Honorer di Sekolah Dasar KOLAKA SULAWESI TENGGARA. Sudah 8 Tahun Saya Jadi Tenaga honorer Belum diangkat Jadi PNS,Bahkan Saya Sudah berkali2 mengikuti Ujian, Dan membayar 40jt namun hasilnya nol Uang pun TIDAK Kembali, bahkan Saya Sempat putus asa,Namun Teman Saya memberikan no tlp Bpk.Drs DEDE JUNAEDY M.Si Selaku petinggi di BKN Pusat Yang di Kenalnya selaku kepala DIT Pengadaan PNS. Saya pun coba menghubungi beliau Dan beliau menyuruh Saya mengirim Berkas Saya melalui Email, Alhamdulillah No Nip Dan SK Saya Akhirnya Keluar. Allhamdulillah tentunya sy pun Sangat Gembira sekali,Jadi apapun keadaan Anda skarang Jangan Pernah putus asa Dan Terus berusaha, kalau Sudah Waktunya tuhan pasti kasih jalan,Ini Adalah kisah Nyata Dari Saya. Untuk hasil ini Saya ucapkan terimakasih kepada.1. ALLAH SWT; Karena KepadaNya kita meminta Dan memohon. 2. Terimakasih untuk khususnya Bpk. Drs DEDE JUNAEDY M.Si Di BKN PUSAT, Dan Dialah Yang membantu Kelulusan saya, Alhamdulillah SK Saya Tahun ini Bisa keluar. Teman Teman yg ingin seperti Saya silahkan Anda Hubungi Direktorat Pengadaan PNS, Drs DEDE JUNAEDY .No Tlp; 0823 -4888-3717, Siapa tau beliau Masih mau membantu

benar sekali.... contohnya saya. yg di ajarkan Teknik sepeda motor, soal2nya Mobil dan alat berat... hehe... ya di nikmatin ajalah.

Buatlah guru menjadi nyaman unt mendidik siswa.

Guru swasta baru dpt tunjangan sedikit sj aturanya d ubah2 gk karu2an, klo gtu msisan gk usah pake tunjangan segala klo gk ikhlas ngasihnya..

BEgutLah nasib para guru Indonesia, dikasi lebihan dikit aja dari pemerintah pi omelnnya spanjang masa menyayat kalbu. kalaulah seandainya aku dpat mendidk ank2ku di rumah yg kemudian nanti menjdi sukses dan berguna bagi nusa dan bangsa, ga perlulah kuantr mereka ke Sekolah dimana guru berada, klau tdak mungkin merka berada dijalan setiap hari, namun karna kutahu bhwa hanya gurulahn yg dapat menjai pelita dan ptunjuk jalan menuju ksuksesan demi nusa dan bangsa, maka aku harus mencari dimana guru berada. aku bisa nulis dan baca hingga spserti ini karena guru, semoga aku tdak sperti yg lainnya yaitu meludahi orang2 yang paling brjasa dalam hidupku. sabar dan tabahlah guru-ku budi baikmu kan dikenang spanjang masa.

Tidak semua yang mendapat nilai tinggi bisa mendidik, tidak semua juga yang dapat nilai kurang baik pendidik yang unggul

Ya kita tinggal nunggu aturan yg ada ,anggap aja kita dalam penjara yg siap dihukum mati ,dr pd pusing mikirin sertifikasi ,karena guru dianggap rendah dr pd pejabat yg korupsi

nanti mungkin ga da yng mau jadi guru..gaji naik sedikit saja kaya di permasalahkan...kalau mau naikan gajih 10 x lipat..baru di pereketat

apakah guru yang punya gelar SI sudah jaminan dapat meningkat kan mutu pendidikan ? apakah guru yang hanya lulusan SPG / SGO dulu tidak berprestasi.dan tidak di sertipikasi.sedang guru tsb sudah mengabdi diatas 14 tahun seperti TMT 2001.apakah dgn peraturan ini tidak terjadi kecemburuan sosial yang khusus nya bagi guru yang sudah lama mengabdi .tolong dikaji ulang agar kesejahtraan guru dapat merata.

Oke aja ada ukg tp lengapi sarana buku penujang di sekolah seluruh indo,soal ukg bukan materi ajar yg kami pakai setiap hari tp tp buku panduan buat rrp,dll dari pusat kirim ke sekolah..klau diklat widyaiswara dr daerah urak mertos klau widya dari pusat benar guru paham,yg saya tidak suka ulg tahu ujian,pusing?..untung disi soal?

Dunia pendidikan skrg bnyk terbelenggu ole HAM..memegang kpl anak sbg pujian n ungkapan ksh syg dr guru aja gk boleh apalagi sampe Dg kt2 n tindakan yg bersifat memaksa...runyam urusannya. Padahal yg nmnya kebaikan pd anak2 pd awalnya harus dipaksakan...tdk ckp hanya dg kata2 manis aja.

Belum lagi guru yg harus mengajar di 4 sekolah yg berbeda untuk memenuhi kuwajiban mengajar 24 jm tatap muka...Begitulah nasib guru kini...

Belum lagi guru yg harus mengajar di 4 sekolah yg berbeda untuk memenuhi kuwajiban mengajar 24 jm tatap muka...Begitulah nasib guru kini...

Ada lagi bro...Bbrp soal pilihan jawabane ora ono sing tepat. Njelehi...

Ada lagi bro...Bbrp soal pilihan jawabane ora ono sing tepat. Njelehi...

Betul bro... Klo berani ayo pakai ujian tulis jngan cm cek point... Jangan lupa materinya hrs sesua dg jenjang pendidikan di mana sang guru mengajar...jd hasilnya bs lebih valid untuk dijadikan ukuran.

Menurut saya tentang perebahan penerapan sertifikasi sedikit banyak membebani calon guru sertifikasi, terutama dari segi biaya dan waktu... walaupaun saya tau tujuannya baik...tapi tetap saja mberatkan kami guru honorer yang ekonominya menengah kebawah. Apalgi bagi kami yang berda dipelosok...

kata ikhlas itu kalau di zaman sekarang harus kenyang sekeluarga kemudian baru ikhlas. coba bapak aja yang jadi guru terus honornya kecil, tidak cukup untuk sekeluarga bagaimana perasaan bapak. Anak tidak bisa sekolah, makan cuma seadanya artinya kalau ada ya makan kalau ada enggak makan. Keluarga guru juga butuh masa depan Pak. Pendidikan sekarang makin mahal Pak. Kalau honor guru tidak cukup berarti keluarga guru dilarang pintar dong. seandainya Bapak mengalami hal seperti bagaimana, omong enak pak yang menjalankan kurang enak. kalau guru PNS sih makmur kalau yang honor...?

Lagi2 guru yang diributin, mau seneng aja susah. Lihat tuch gaji para pejabat? Tapi gak ada yang diributin. Indo ini emang annnnnnnnne

bapak-bapak pengatur undang undang pengambil kebijakan,tak ada guru yang bodoh atau tidak miliki kompetensi,tugas guru sangat berat mentransfer ilmu diushakan agar peserta didik harus boleh dan tahu apa yang disampaikan,selain ilmu pengetahuan,diberikan juga berbagai nasehat motifasi untuk peserta didik mampu berusaha dan berhasil,mengubah krakter siswa yang tidak sesuai dirumah maupun dilingkungannya,belum lagi menyusun soal soal ulangan harian sampai akhir semester, disibukan lagi dengan perangkat mengajar dari sk kd sampai prog semester dan prog tahunan,dipusingkan lagi dengan kur 13 sebenarnya apa si tujuan dari pendidikan apakah mencerdaskan bangsa ataukah menyusun administrasi mengajar.. banyak tanggung jawab guru yang harus dikerjakan... namun mengapa selalu dipersoalkan dengan tunjangan profesi...kalau distruktural punya program berjalan kesana berjalan sini pulang kosong tidak dipersoalkan, guru yang dengan lapan dada membentuk batu yang kasar menjadi mengkilat selalu dipersoalkan,kasihan berila dia sedikit penghargaan apa yang sudah dia terima sebagai tunjangan profesi berilah dengan iklas karena dia juga bekerja dengan ketulusan hati..kalau kembali tunjangan berdasar atas kinerja harus ingat diantara suka atau tidak suka seorang pimpinan...saran saya yang sudah mendapat tunjangan sertifikasi harus menjalankan kerjanya dengan ketulusan dan yang belum mendapat tunjangan menanti giliranya... berikut... tetapi bukaann menghapus/menghilangkan tunjangan guru bersangkutan..

Semoga tambah sejahtera..

www.konveksikita.co.vu

PERLU DIKAJI ULANG
Saya guru SD, lulus sertifikasi, Sudah S2, Nilai UKG 75... mendapat tugas sbg guru BK dg jam mengajar 24 jam. Uang sertifikasi sudah pernah keluar karena sekarang kode saya berubah dari guru kelas ke guru BK maka uang sertifikasi 1thn terakhir tidak keluar. Padahal saya juga mengajar, sbg guru aktif di sekolah saya (SD swasta) dg beban mengajar yg sama. BAGAIMANA INI? Kan TIDAK ADIL.

Kita tunggu tanggal mainnya saja.. hehe...

Software Pulsa

kita ini hanya menjadi korban permainan para pemilik kebijakan, banyak tangan yang tidak lelah bekerja tapi ingin merasakan lembutnya selembar kertas yang bernominal.

sadar saja tidak cukup, kita harus berani merevolusi kebijakan pemerintah. ( kebijakan yang kacau)

Mohon share bila Ada yang tahu alasan pencairan sertifikasi guru tahun 2015 tri wulan 4 terlambat yach....terima kasih...

yang komentar miring terhadaap guru mungkin dulu tidak paernah diajar oleh guru,sehingga pintar dan cerdas dengan sendirinya tanpa bimbingan guru

suka tdk suka seluruh manusia indonesia yang saat ini menjadi presiden, menteri, anggota dewan,gubernur, bupati,camat,lurah,dokter,pengusaha,dosen dan beraneka jabatan lain adalah hasil jerih payah para guru yang dengan ikhlas mendidik dan mengajar sejak mereka belum tahu apa-apa, guru mengajara mereka bagaimana cara membuang ingus dari hidung, guru mengajarkan mereka bagaimana cara membersihkan kotoran bahkan guru dengan sabar membersihakan tubuh muridnya ketika buang air besar di daalam kelas. mungkin banyak yang lupa bahwa yang banyak komentar miring kpd guru mereka juga pernah didik guru dari kelas 1 sd hingga sukses seperti sekarang. semoga guru tetap sabar dalam menghadaapi cobaan ini

suka tdk suka seluruh manusia indonesia yang saat ini menjadi presiden, menteri, anggota dewan,gubernur, bupati,camat,lurah,dokter,pengusaha,dosen dan beraneka jabatan lain adalah hasil jerih payah para guru yang dengan ikhlas mendidik dan mengajar sejak mereka belum tahu apa-apa, guru mengajara mereka bagaimana cara membuang ingus dari hidung, guru mengajarkan mereka bagaimana cara membersihkan kotoran bahkan guru dengan sabar membersihakan tubuh muridnya ketika buang air besar di daalam kelas. mungkin banyak yang lupa bahwa yang banyak komentar miring kpd guru mereka juga pernah didik guru dari kelas 1 sd hingga sukses seperti sekarang. semoga guru tetap sabar dalam menghadaapi cobaan ini

yang komentar miring terhadaap guru mungkin dulu tidak paernah diajar oleh guru,sehingga pintar dan cerdas dengan sendirinya tanpa bimbingan guru

Tidak berdasarkan lama mengajar : tidak dapat sertifikasi ?
1. Mengesampingkan anak didik lulusannya
2. Tidak dianggap berhasil guru tersebut dalam rangkaian nilai raport dan ijazah, walaupun anak didik sudah lulus dan adanya peserta didik sudah sukses (terlewati jenjang pendidikan)
3. Guru bersangkutan mengulang atau tidak mumpuni dalam bidang mapelnya, karena tidak linier dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan lulusannya anak didiknya yang sudah lama ajar guru yang bersangkutan.
4. Bentuk dasarnya karena tidak berdasarkan lama mengajar mendapatkan sertifikasi, dan dianggap guru tersebut tidak layak mendapat sertifikasi dan jelas-jelasnya tidak layak menjadi predikat guru.
5. Predikat guru tidak melekat dengan lamanya dia mengajar , akan tetapi dilihat dipandang melekatnya sebagai predikat guru tanpa tanda jasa.
6. Usia kritis menginjak 50 tahun pun atau 60 tahun guru yang bersangkutan, mohon maaf permen itu tidak memberikan guru bersangkutan tidak ada kepatutan sebagai pendidik (guru) dan tidak layak secara otomatis tidak boleh jadi guru lagi secara permen tersebut. Jadi dengan sadar menurut peraturan bahwa nilai raport dan nilai ijazah pada pelajaran tersebut tidak dibenarkan atau mungkin tidak lulus secara kuantitatif.

Tidak berdasarkan lama mengajar : tidak dapat sertifikasi ?
1. Mengesampingkan anak didik lulusannya
2. Tidak dianggap berhasil guru tersebut dalam rangkaian nilai raport dan ijazah, walaupun anak didik sudah lulus dan adanya peserta didik sudah sukses (terlewati jenjang pendidikan)
3. Guru bersangkutan mengulang atau tidak mumpuni dalam bidang mapelnya, karena tidak linier dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan lulusannya anak didiknya yang sudah lama ajar guru yang bersangkutan.
4. Bentuk dasarnya karena tidak berdasarkan lama mengajar mendapatkan sertifikasi, dan dianggap guru tersebut tidak layak mendapat sertifikasi dan jelas-jelasnya tidak layak menjadi predikat guru.
5. Predikat guru tidak melekat dengan lamanya dia mengajar , akan tetapi dilihat dipandang melekatnya sebagai predikat guru tanpa tanda jasa.
6. Usia kritis menginjak 50 tahun pun atau 60 tahun guru yang bersangkutan, mohon maaf permen itu tidak memberikan guru bersangkutan tidak ada kepatutan sebagai pendidik (guru) dan tidak layak secara otomatis tidak boleh jadi guru lagi secara permen tersebut. Jadi dengan sadar menurut peraturan bahwa nilai raport dan nilai ijazah pada pelajaran tersebut tidak dibenarkan atau mungkin tidak lulus secara kuantitatif.

nilai ukg bukan rendah salah satu penyebabnya ,bahan uji tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan. ada pertanyaan tentang alat-alat labotarium diperkuliahan saja ngak ketemu alatnya namanya juga belum pernah dengar. yg bikin soal ketinggian dan tidak relevan. maklum kuliahnya d ausi kali

Seharusnya malu dong semua pejabat pemerintah terutama para wakil rakyat yang kerjanya hanya molor,tidur dan jalan-jalan dengan alasan studi banding sampai menhabiskan banyak uang negara,hasilnya untuk rakyat apa...??
Seberapalah nilainya tunjangan guru itu dibanding dengan tujangan pejabat negara.

Assalamualaikum wr.wb
mismilahirahmanirahim

Mohon maaf mengganggu waktu dan rutinitas ibu/bapak,saya cuma bisa menyampaikan melalui KOMENTAR ini dan semoga bermanfaat bagi anda semua,
Rasa syukur, senang, dan bangga yang tak terlukiskan ketika saya lulus CPNS 3bulan yang lalu, ini merupakan rahmat dari Allah Swt dan juga berkat bantuan Bpk Drs Warli, M.Si saya bisa lulus cpns dan NIP saya skrng sdh keluar.
makasih banyak ya buat Bpak Bpk Drs Warli, M.Si. sebagai (Kepala Biro Kepegawaia dan Kerjasama antar Lembaga)di BKN PUSAT. yg telah menbantu saya lulus CPNS.

Siapapun yg ingin lulus CPNS seprti saya silahkan Hub: Bpk Drs Warli, M.Si. TLP : 0823-4488-3939. Atau Klik http://bknpusat.blogspot.co.id/ UNtuk melihat profil beliau, siapa tau beliau mau bentu..,wassalam

Terhadap Guru,
Inilah salah satu kelemahan manusia, selalu saja mengorek-ngorek kelemahan manusia, bukankah dalam Islam itu haram? mungkin dalam ajaran agama lain pun sama? apalagi setelah diketemukan kelemahannya dibantailah dan dipilah-pilah kesejahteraannya atas nama untuk keadilan, dipersulit langkah-langkah administratifnya demi tercapainya tujuan evaluasi sebagaimana perintah logikanya. Perjuangan "Sertifikasi" itu adalah hasil jerih payah perjuangan para petinggi PGRI lebih dari satu dasawarsa yang lalu, Pak Menteri! Sampai terbitnya UU Guru dan Dosen No 14 Tahun 2005. Perjuangan beliau-beliau itu sama sekali bukan untuk merusak , mensabotase danmenjarah uang negara, melainakan untuk mempersembahkan itikad kemanusiawian melalui pertimbangan-pertimbangan yang luhur dan mulia dengan satu bentuk kesejahteraan terhadap para pejuang peradaban, pemberi nilai-nilai kebenaran hidup dan juga pencerahan alam pikiran manusia, yang dulunya selalu bersabar dan qona’ah dalam kondisi kesulitan secara ekonomi.
Entah berapa jumlah kebaikan para guru. Jelas tidak akan bisa dijumlah dengan hitungan jari. mereka adalah "Guru", sekali lagi mereka adalah "Guru", selayaknya manusia yang secara kodrati punya kelemahan. Namun bisakah Pak Menteri' menakar nilai kebaikannya dan dikonversi menjadi angka-angka numeratif. Apakah kelemahannya benar-benar bisa disimbolisasi dengan menjawab 100-1000 soal menjadi kebenaran matematis sehingga menjadi bahan rujukan komparasi keadilan?
Sekali lagi Pak Menteri, mengingatkan saja, ‘Sertifikasi’ itu bukan perjuangan pemerintah, tapi perjuangan para petinggi organisai PGRI di masalalu! Jadi sebaiknya biarkanlah “Sertifikasi” itu berjalan sahaja, bila perlu beri apresiasi terhadap para pahlawan terdahulu yang telah memperjuangkan kesejahteraan para Oemar Bakri (Guru).
Saran saja, jika ingin membenahi dunia pendidikan dengan inspirasi dan temanya persoalan kesejahteraan, tidak mesti menggali dan mengotak-atik persoalan “Sertifikasi” yang sudah dipatenkan yurisprudensinya. Apa salahnya, buat lagi saja satu terobosan, misalnya konsep “Tunjangan Kompetensi”. Jelas ini pengukurannya akan mendapat responsibilitas yang tinggi khususnya dari para guru. Sejauhmana kompetensi pedagogik, professional, sosial dan kepribadiannya seorang guru. Nah, baru disini para pendidik akan maklum terhadap keseimbangan, tidak akan ada yang berteriak tentang tuntutan keadilan dan tidak akan ada air mata suci yang menetes di bumi pertiwi tercinta ini. Saya yakin dunia pendidikan di Indonesia akan lebih cemerlang, tidak akan ada perkabungan degradasi pendidikan dan lain-lain. Hal ini bisa dibuktikan dalam fase 5 (lima) tahun ke depan. Insyaallah.

Sudahkah pihak terkait meneliti, adakah tunjangan sertifikasi berbanding lurus dengan kemajuan pendidikan sekarang ini????

Gimana nilai ukg bisa maksimal, lha materi ukg-nya banyak yang tidak sesuai dengan kompetensi mengajarnya.

Saya bukan guru. Tapi sy menilai semua guru/siswa itu korban kebijakan pemerintah yg yg tdk pernah jelas arah pendidikan itu gmn.

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top