SIAP-SIAP, MULAI 2016 KINERJA GURU JADI SYARAT PEMBAYARAN TUNJANGAN GURU ,SETUJUKAH ??

loading...
Selamat malam bapak dan ibu guru salam sejahtera dan salam edukasi !!
Bila kabar ini benar, maka dipastikan guru tidak lagi bisa bersantai, guru harus benar-benar fokus dan profesional menjalankan tugas dan kewajibannya. Karena mulai tahun depan, kinerja guru akan menjadi salah satu syarat pencairan tunjangan profesi. Jadi, kalau ingin tetap mendapatkan tunjangan profesi guru, tidak ada pilihan lain kecuali dengan meningkatkan kinerja dan kompetensi.
Mulai tahun 2016, pencairan tunjangan profesi guru akan berbasis kepada kinerja masing-masing guru. Hal itu sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 16 Tahun 2009, tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
“Ke depan, penilaian kinerja guru akan digunakan sebagai salah satu syarat untuk tunjangan profesi. Hal itu didasarkan atas aturan Permenpan RB Nomor 16 Tahun 2009, dan akan mulai berlaku pada tahun 2016,” ujar Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Pendidikan Dasar, Kemdikbud, Sumarna Surya Pranata.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak lain adalah sebagai bagian untuk menjadikan guru semakin bermartabat. Sehingga, kesejahteraan guru bisa sejalan dengan peningkatan kompetensi dan mutu.
“Kinerja itu salah satu tolak ukurnya adalah kompetensi. Kalau kompetensi dijadikan dasar, maka kita dapat meningkatkan mutu. Mari kita sama-sama berpikir sejahtera yang bermartabat,” ungkapnya.
Dirinya berharap, peningkatan kesejahteraan guru melalui tunjangan profesi guru jangan sampai tidak sejalan dengan peningkatan mutu pendidikan. Bahkan, kata dia, kesejahteraan guru saat ini sudah cukup.
“Dengan melihat tantangan zaman dimana semuanya berubah, termasuk teknologi dan ilmu pengetahuan, maka kompetensi guru juga harus ditingkatkan,” tegasnya.
Dirinya memastikan, dengan aturan tunjangan profesi berbasis kinerja, bagi guru yang tidak memenuhi standar tidak akan mendapat tunjangan profesi. “Kalau guru kinerjanya di bawah B, tidak akan mendapat tunjangan profesi,” jelas Pranata.
Disebutkan, salah satu variabel penilaian kinerja adalah kehadiran. Namun, sambung dia, kehadiran guru di dalam kelas harus memenuhi empat kompetensi dasar.
“Bukan hanya hadir catat buku sampai abis, tapi mengajar dengan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian. Jangan sampai gurunya pintar matematika, pedagodiknya bagus, tapi kepribadiannya jelek, nanti anak bisa disiksa terus,” ujarnya.
Diakui, pihaknya telah melakukan sosialisasi atas aturan yang akan mulai pada tahun depan itu. Dengan demikian, dia bisa memastikan tidak akan ada guru yang terbeban dengan kebijakan tersebut.
“Kita sudah sosialisasikan bahwa pelaksanaan penilaian kinerja mulai tahun depan. Sehingga guru bisa berlomba untuk menjadi lebih baik,” terangnya.
Sementara, untuk tahun 2015 ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 70,2 triliun untuk tunjangan profesi guru.
sekian informasi yang dapat admin sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua, salam PGRI
loading...
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
2 Komentar untuk "SIAP-SIAP, MULAI 2016 KINERJA GURU JADI SYARAT PEMBAYARAN TUNJANGAN GURU ,SETUJUKAH ??"

Negeriku oh negeriku yang kaya raya nan makmur,..mau menyejahterakan rakyatnya aja kok ruwetnya bukan main,...hanya ancaman dan ancaman yg dilontarkan kpd abdi negara yg berada di tingkat akar rumput,.,..boro2 memberi kemudahan kpd.guru tua2 yg sudah mengabdi lebih dri 30 tahun yg rata2 ekonominya kembang kempis ,mengingat gaji guru jaman dulu sangat minim sehingga hutangnya sampai sekarang masih menumpuk.. lain dgn.guru2 baru sekarang,baru kerja bebrapa tahun sudah langsung punya rumah ,mobil dll.
Kalu memang guru generasi tua sudah tidak layak mengapa tidak di pensiun saja,tenaga dan pikiran sudah menurun ,tapi pihak pemerintah hanya menuntut kinerja,kinerja,kinerja dan kinerja,..Lihat tuh para siswa yg dulu sudah banyak yg jadi pejabat ,jadi guru juga ,bahkan ada seorang murid yg dulunya di SD sangat pas2an sekarang sang murid sudah jadi Kepala Sekolah dan gurunya yg dulu mengajar menjadi anak buahnya,...Ironis,..

kadang itulah susahnya penjahat indonesia... mereka hanya bisanya melihat orang lain. dan tidak bisa melihat diri mereka sendiri... pak mentri yg sangat cerdas dan dibantu oleh para pembantu pilihan yg cerdas.. tak mampu menyelesaikan tugasnya untuk merevisi kurikulum 2013 sesuai target ahir 2015( silakan baca did link ini juga). sementara seenaknya mensyratkan kinerja pada guru yg ok lah pada bodoh (sesuai indikator haril ukg). seterusnya akan digunakan untuk menekan pengeluaran gaji dan tunjangan guru. selanjut nya dikatakn lagi sekarang ini kesejahteraan guru sudah cukup( alineah ke 8) pendapat itu mungkin relevan bagi guru yg anaknya masih kecil2 dan belum sekolah... gimana dg para guru yg anaknya sudah kuliah sampai 3 orang di universitas. guru dan juga pegawai kan dibebankan biaya antah barantah sampai 8 juta untk uang semester satu orang anak mereka yg sedang kuliah sebagai konsekwensi berstatus PNS/guru. dimana letak otak para penjabat yg seenaknya ngomong begitu. dan yg perlu dingat pula 20% anggaran pendidikan dalam apbn sudahkan digunakan secara adil dalam meningkatkan kemampuan guru yg akan meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri.... ( maaf saya sdh sakit perut rasanya karena ulah para petinggi yg sok2an mengurus negeri ini....)

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top