PEMERINTAH PERKETAT PENILAIAN GURU, INI INSTRUMEN YANG AKAN DIGUNAKAN

loading...
selamat malam Bapak dan ibu Guru, salam sejahtera dan salam edukasi !!!
Sebagaimana yang selalu dikumandangkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bahwa Pemerintah saat ini tengah fokus menentukan langkah-langkah pasti dalam meningkatkan kualitas guru yang nota bene sebagai tenaga pengajar dan pendidik yang profesional di tanah air.

Kualitas guru saat ini masih menjadi sorotan mengingat program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan sertifikasi dinilai masih tidak begitu membawa dampak yang signifikan terhadap kompetensi serta kinerja guru selama ini.

Untuk itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan kembali menegaskan penilaian kinerja dan kompetensi guru harus menjadi syarat utama dalam pemberian tunjangan profesi.

Itu sebabnya diperlukan mekanisme pengawasan dan penilaian yang handal dan akurat, sehingga penilaian tersebut adil dan bermartabat.

“Kinerja guru perlu sejalan dengan kompetensi guru, sertifikasi guru, dan penghargaan yang diberikan kepada guru. Untuk mendorong kinerja guru, pemerintah menetapkan bahwa penilaian kinerja dan kompetensi guru harus menjadi syarat pemberian tunjangan profesi,” ujar Menteri Anies, belum lama ini.

Anies menambahkan, Kemdikbud bekerja sama dengan Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penganggulangan Kemiskinan (TNP2K) telah melakukan ujicoba program Kinerja dan Akuntabilitas Guru (KIAT Guru).

Program ini dilakukan dalam rangka membangun perangkat kebijakan untuk mengaitkan pembayaran tunjangan guru dengan kinerja guru serta melibatkan masyarakat dalam peningkatkan layanan pendidikan.

Dalam ujicoba yang dilakukan, ada tiga kabupaten yang diajak bekerja sama, yaitu Kabupaten Kaimana, Ketapang, dan Keerom. Pendekatan yang dilakukan oleh KIAT Guru adalah memperbaiki mekanisme dan transparansi pembayaran tunjangan guru di tiga kabupaten tersebut, dan dikaitkan dengan keberadaan dan kualitas pelayanannya.

(Baca Juga : TUNJANGAN PROFESI DIPOTONG, DIRJEN GTK DINILAI TAK PAHAM PERSOALAN GURU)

“Melalui KIAT Guru, ada tiga instrumen penilaian yang digunakan untuk mengukur kinerja layanan guru. Pertama, menggunakan aplikasi berbasis Android yang dapat digunakan untuk mendata kehadiran guru dan murid secara akurat,” ulasnya.

Kedua, instrumen untuk mendiagnosa dengan cepat kemampuan dasar para peserta didik dalam literasi dan numerasi dasar peserta didik. Hasil pemetaan kemampuan dasar murid secara sederhana, lanjutnya, memungkinkan masyarakat untuk mengetahui sejauh mana capaian murid-murid di desa mereka dibandingkan dengan standar capaian Kurikulum 2006.

Ketiga, instrumen yang memungkinkan masyarakat menilai kinerja layanan guru berdasarkan 5-8 indikator, yang secara sederhana menuntut peningkatan kompetensi guru dalam hal profesionalitas, pedagogik, sosial, dan kepribadian guru.

Instrumen tersebut dituangkan dalam Formulir Penilaian Layanan yang diisi dan dilengkapi setiap bulan oleh Komite Pengguna Layanan yang terdiri dari perwakilan orang tua siswa, tokoh agama dan masyarakat, dan anggota masyarakat lainnya.

“Ketiga instrumen tersebut digunakan sebagai perangkat kebijakan untuk mengaitkan pembayaran tunjangan dengan kinerja layanan guru dan untuk meningkatkan akuntabilitas guru kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan amanat UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, yang telah diadaptasikan untuk bidang pendidikan. Rencananya, ujicoba akan mulai dilakukan pada pertengahan tahun 2016,” pungkasnya.
(Sumber : www.jpnn.com)
sekian informasi yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua, salam PGRI 
loading...
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
2 Komentar untuk "PEMERINTAH PERKETAT PENILAIAN GURU, INI INSTRUMEN YANG AKAN DIGUNAKAN"

Wacana boleh saja, tapi kebinak harus diperhatikan, beban guru yang bersetifikasi dan non sertifikasi sama kenerja pun sama, pulang kerja sama, aneh pemerintah khusus manteri tak memperhatikan ini, yang mengakibat sesuatu ketidak sehatan

Pak Baim, saya seorang guru dan alhamdulillah sudah sertifikasi. Dari coment bapak nampak bapak cukup perhatian terhadap guru, itu bagus sekali pak. Tapi disini saya ingin katakan kepada bapak bahwa Pak Menteri (Pemerintah) bukannya tidak memperhatikan masalah ini, bagi guru negeri yang belum sertifikasi juga diberikan insentif meski tak sebesar yang diterima guru sertifikasi. Dan hal ini oleh pemerintah akan terus ditingkatkan tapi perlu bersabar, karena semua itu butuh waktu, jadi tak semudah "membalik telapak tangan". Jadi kita jangan selalu menyalahkan Menteri/Pemerintah. Sabar dan sabar....

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top