TUNJANGAN SERTIFIKASI GURU TIDAK DIBAYAR JIKA MENGAJAR KURANG 24 JAM !!! SETUJUKAH ?

loading...
selamat malam Bapak dan Ibu Guru salam sejahtera dan salam edukasi !!!
Tunjangan sertifikasi masih menjadi tunjangan yang paling favorit dikalangan pengajar dan pendidik diseluruh sartuan pendidikan ditanah air.
Tunjangan ini dinilai cukup membatu kesejahteraan para guru namun untuk dapat menerima tunjangan tersebut tidaklah mudah dikarena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dan haru melewati berbagai tahapan dan proses panjang sehingga pada akhirnya mendapatkan sertifikat guru profesional yang diakui oleh Pemerintah.
Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa program pemberian tunjangan pada guru ini masih menuai berbagai permasalahan yang harus segera diselesaikan terkait tahapan penyeleksianya, penyaluran tunjangan yang sering kali terlambat dan sampai pada kinerja guru sebagai penerima tunjangan.

Masih banyak kasus yang ditemukan dilapangan terkait kedisiplinan para guru sertifikasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai tenaga pengajar dan pendidik yang profesional.
Lembaga swadaya masyarakat di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mendesak pemerintah pusat menghentikan pembayaran tunjangan oknum guru sertifikasi yang tidak sepenuhnya melaksanakan kewajibannya mengajar siswa selama 24 jam per minggu.
“Guru yang dapat tunjangan sertifikasi itu harus diawasi. Kalau mereka tidak sepenuhnya melaksanakan kewajibannya mengajar, jangan dibayar tunjangan sertifikasinya,” kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusat Informasi Jaringan Rakyat (Pijar) Kabupaten Mukomuko Ewit Caca di Mukomuko, Jumat.
Ia mengatakan hal itu berdasarkan hasil investigasi lembaganya ke sekolah. Masih ada oknum guru dan kepala sekolah yang dapat tunjangan sertifikasi tetapi tidak sepenuhnya melaksanakan kewajiban mengajar siswa selama 24 jam per minggu.

Tidak terkecuali kepala sekolah di daerah itu, katanya, yang tidak melaksanakan kewajibannya mengajar selama enam jam per minggu.
Selama ini, menurutnya, belum pernah terdengar ada guru yang dihentikan pembayaran tunjangan sertifikasinya karena tidak melaksanakan kewajibannya.
Menurut dia, semua ini karena lemahnya pengawasan dari instansi terkait. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan hanya menerima laporan sebatas daftar kehadiran guru mengajar.
Tanpa diperiksa apakah guru tersebut benar-benar mengajar atau tidak sesuai dengan daftar kehadirannya.
Seharusnya, katanya, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan termasuk pengawas sekolah tidak hanya sebatas menerima laporan tertulis saja. Tetapi awasi langsung ke sekolah.
“Sebenarnya data jumlah guru dan jumlah siswa di masing-masing sekolah di daerah ini sudah bisa diketahui guru bersangkutan masih layak atau tidak menerima tunjangan sertifikasi,” ujarnya.

Tetapi, lanjutnya, masalahnya semua itu bisa dimainkan. Laporan jumlah siswa dalam daftar hadir bisa diperbanyak agar oknum guru masih bisa mengajar dan mendapatkan tunjangan sertifikasi.
“Perbuatan seperti itu sama saja dengan korupsi. Dan kalau ketahuan guru itu harus mengembalikan seluruh tunjangan sertifikasi yang selama ini dia terima,” ujarnya.
sekian informasi yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua, salam PGRI

loading...
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
10 Komentar untuk "TUNJANGAN SERTIFIKASI GURU TIDAK DIBAYAR JIKA MENGAJAR KURANG 24 JAM !!! SETUJUKAH ?"

yg ngasih aturan, coba suruh jadi guru di Papua..

yg ngasih aturan, coba suruh jadi guru di Papua..

yg ngasih aturan, coba suruh jadi guru di Papua..

jadi banyak masalah di sekolah pinggiran yang tak terpikirkan dan taktahui oleh pembuat kebijakan/aturan. Dalam mengajar lebih fokus dan tenang sebelum ada sertifikasi

Mengapa ya kesra guru yang tidak ada nilainya jika dibandingkan dengan uang negara yang dikorupsikan oleh para pejabat pemerintahan pusat maupun daerah harus diawasi dengan ketat dan harus banyak persyaratan yang harus dipenuhi.
Sadar ngk sih para pejabat-pejabat ini sebelum jadi sekarang harus melalui siapa dulu ya.
Apakah mereka-mereka ini,disitu lahir langsung pintar apa...??

Guru itu bukan koruptor dan bukan mafia,jadi tidak perlu berlebihan soal pengawasan dalam pengucuran kesra guru itu.
Ngk perlu pakai aturan dan syarat yang banyak agar siguru itu berhak mendapatkan kesra atau tidak.

APAPUN JABATANNYA,PROFESINYA DAN PANGKATNYA,ITU SEMUA ADALAH HASIL KARYA,BINAAN,DIDIKAN DAN BIMBINGAN GURU.
KALAU MEMANG PEMERINTAH ITU INGIN MEMBERI SEDIKIT UANG NEGARA BUAT KESRA GURU ,BERILAH DENGAN IKHLAS TANPA DENGAN ATURAN DAN SYARAT YANG BANYAK.

semua negara maju didunia ini pemerintahnya sangat menghargai jasa guru dan memberikan kesra yang layak,karena itu pendidikannya sangat berkembang, anehnya negara kita, pemerintah selalu mempersoalkan kesra guru yang tidak seberapa, pantasan pendidikan kita dinilai yang paling terendah di dunia.

Selamat malam, saya mau tanya kalau guru sudah sertifikasi kemudian dipindahtugaskan ke sekolah baru yang rombelnya hanya 3 kelas, bagaimana nasib tunjangan sertifikasinya apa dihilangkan juga, kan ini masalah keadaan sekolah bukan kemauan guru tersebut. coba yang memberi tunjangan di suruh ngajar 24 jam seminggu dan rasakan bagaimana menghadapi mahluk hidup yang harus kita bimbing. bina dan diajarkan pengetahuan serta memeriksa tugas-tugas sekolah yang diberikan.

Itu yg ngomong...muka gedek

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top